Kadang orang salah mengira bahwa pedagang kaki lima melulu tentang jajanan ala street food padahal ada perbedaan jauh, pedagang kaki lima adalah pengusaha yang menjual dagangannya di tempat terbuka dibanding di toko atau mall. Dalam banyak kasus, pedagang ini memiliki kios kecil yang dapat diamankan, digerakkan, dibawa, disimpan saat tidak beroperasi, atau menggunakan gerobak yang dapat dilepas dari jalan pada akhir hari operasional. Kadang-kadang disebut sebagai penjual jalanan. Pedagang ini biasanya ditemukan di banyak area ramai, acara besar, festival, acara outdoor, kampanye, demontrasi, atau juga di lapak yang tenang jauh dari kebisingan.

Seperti halnya semua jenis operasinal bisnis, pedagang kaki lima harusnya mendapatkan izin usaha untuk menjual dagangannya kepada masyarakat umum, tapi dalam kasus kita tidak demikian. Karena itulah keamanan dan jaminan kesehatan terutama untuk pedagang yang bergerak dalam sisi kuliner tidak dapat dijamin.

Untuk mengamankan izin usaha, biasanya pedagang sudah menetap dalam vendor atau kios permanen, namun kadang mereka ada lini street food tersendiri,  menebar gerobak atau lewat motor keliling menjajakan dagangannya, seperti Bakso, Mie Ayam, Soto, dan seterusnya.

Padahal pengusaha jenis ini harusnya harus mematuhi standar yang juga berlaku dengan bisnis beroperasi di dalam ruangan. Misalnya, penjual yang menjual bakso di sudut jalan masih akan dianggap bertanggung jawab untuk menjaga standar kesehatan yang berlaku untuk resto bakso berkualitas seperti Bakso Malang Karapitan, atau Bakso Cak Man.

Kesulitan dari otoritas kita adalah pengusaha jalanan ini terlalu banyak untuk bisa diinpeksi secara berkala, walau banyak upaya dilakukan untuk menertibkan para pedagang kaki lima dari sisi standar kesehatan dan mematuhi peraturan tetap saja, yang liar lebih banyak dari yang menurut. Apalagi jika yang liar melakukan pelanggaran, kadang dilepas dengan denda yang setara pungli, semua seolah baik-baik saja, jadi keamanan dan standar kesehatan masih jadi isu besar.

Penjual jajanan jalanan ini beragam produknya, jadi yang bisa dilakukan adalah memastikan sumber dari produk itu termasuk yang paling aman digunakan. Misalkan tepung, saus, kecap, vetsin, daging, semua itu didapatkan dari kulakan besar, jadi aparat bisa lebih mengamankan standar kesehatan dengan menerapkannya pada pedagang bahan baku dengan lebih ketat.  

Penjual lazimnya menjual makanan jalanan, makanan ringan yang dikemas secara komersial seperti permen dan kantong keripik kentang, sehingga pengusaha plastik juga bisa ditekan untuk naikkan standar mutu plastik jajanan.

Atau anda bisa andalkan franchise. Dari pengelolaan dan manajemen, street food yang bisa dikatakan sehat adalah yang model franchise, itulah yang mestinya anda jadikan standar dalam jajanan sehat. Franchise sudah berizin, mutu makanannya juga terjamin, hasil kemasannya juga rapih, jadi alternatif terbaik untuk memilih jajanan dan makanan yang aman untuk anda keluarga.

Dalam kebanyakan kasus, bisnis penjual jalanan ini beroperasi dengan menggunakan kereta yang dipasang di atas roda, kita menyebutnya gerobak, nama yang berkesan kumuh, tapi tidak demikian jika gerobak itu juga dibuat standarnya, atau ada upaya pembersihan gerobak dengan disinfektan. Memang, kondisi ideal adalah membuat pedagang kaki lima dapat berjualan di lokasi dalam ruangan yang aman, jauh dari hujan, panas terik, dan dapat diperiksa kebersihan dan keamannanya, juga dapat ditelusuri sumber bahan bakunya. Mereka yang menetap juga cenderung miliki penghasilan lebih besar, karena mereka menual lebih banyak varian dagangan